Bersama Ibu Walikota Jakarta Pusat Dr. Sylviana Murni yang menjadi Nara Sumber pada Pertemuan Akbar Wanita PAW PGRI 30 Juni 2008
Sebelum pembukaan Kongres
Tiba kembali di Jakarta
Bersama Ibu Walikota Jakarta Pusat Dr. Sylviana Murni yang menjadi Nara Sumber pada Pertemuan Akbar Wanita PAW PGRI 30 Juni 2008
Sebelum pembukaan Kongres
Tiba kembali di Jakarta

Dilangsungkan di Hotel Griya Astuti Bogor tgl 27 – 28 Februari 2008 diikuti sekitar 80 orang pengurus PGRI Jakarta Pusat dan semua Kecamatan di Jakarta Pusat juga dihadiri oleh Pengurus PGRI Provinsi DKI Jakarta, bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja PGRI Jakarta Pusat, menyusun program kerja 2008, menyatukan pandangan, konsolidasi dan menjaring kader calon pengurus PGRI yang akan datang.
Walikota Administrasi Jakarta Pusat diwakili oleh Kepala Sudin Dikdas Jakarta Pusat. Ketua PGRI Provinsi DKI Jakarta, Bapak Drs. H. Abd Rochim berkenan membuka Konferensi Kerja PGRI Kota Administrasi Jakarta Pusat, sebelum sambutan pembukaannya beliau memutarkan rekaman wawancara beliau di TVRI merespon demonstrasi guru bantu dan guru honor yang menuntut untuk diangkat menjadi PNS
Filed under Info
PGRI Jakarta Pusat melakukan Rapat Persiapan KONKERDA yang akan diselenggarakan di Puncak Bogor 27 – 28 Februari. Rapat dilakukan di SMP Negeri 10 Jakarta dengan kepala Sekolahnya Bpk. Drs. H. Syaprudin … beliau terpilih sebagai Ketua Panitia Pelaksana, Wakilnya Bapak Drs. Sundoro, Sekretarisnya Bpk. Drs. Uju
Di Foto (dari kiri); Bpk. Uju, Bpk. H. Syaprudin, Bpk. H. Suhardi
Guru yang bertugas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyambut positifnya pembayaran dana kesejahteraan yang dilaksanakan sejak pekan lalu. Dana yang disalurkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) itu sangat berarti bagi tenaga pendidik dalam menghadapi puasa dan Hari raya Idul Fitri nanti.
Filed under Info
“Ayo, Pak. Jangan janji-janji terus. Kami bosan dibohongi terus,” ujar pengurus PGRI di aula Depdiknas. Mereka antara lain berasal dari Kabupaten Demak, Jepara, Salatiga, Rembang, Boyolali, Grobogan, Pati, Kudus, dan Blora.
Filed under Info
KONON, ketika Jepang hancur lebur setelah dibom Sekutu dalam Perang Dunia II, pertama-tama yang ditanyakan pihak penguasa (Kaisar), “Berapa guru yang masih hidup?” Pertanyaan ini menunjukkan bahwa guru memegang posisi yang sangat penting dalam membangun negara yang telah hancur itu. Ternyata benar.
Filed under Kajian